Slide 1 Slide 2 Slide 3 Slide 4 Slide 5
Showing posts with label Kreebo Punya Cerita. Show all posts
Posted by Agny Gallus Pratama | 0 comments

Restu Orang Tua, Kunci Sukses Dunia



"Doa restu orang tua merupakan salah satu kunci penting kita bisa sukses di dunia ini."


Dari dulu hingga sekarang, banyak anak yang selalu tidak patuh terhadap orang tuanya. Nasehat dari beliau selalu masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan. Perbedaan pendapat selalu disimpulkan bahwa orang tua tidak paham keadaan saat ini. Hingga akhirnya restu dari beliau tidak lagi menjadi hal yang terpenting dalam tindak tanduk kita kedepan.

Hal ini juga berlaku dengan saya dulu. Saya masih teringat sampai sekarang, kenangan masa kecil dimana saya mendapat musibah besar akibat mengabaikan restu orang tua. SMP kelas 3, ya saya ingat sekali, keadaan dimana seorang remaja seperti saya ingin mencoba pergi ke kota dengan menggunakan sepeda motor baru. Latihan motor yang belum ada selama 1 minggu, tidak menyurutkan keinginan saya untuk pergi ke kota menggunakan motor dalam rangka membeli sebuah komik. 

Keadaan waktu itu sangat memberi kesempatan pada saya untuk menggunakan motor tersebut. Malam hari dengan kondisi tidak orang tua di rumah membuat percaya diri saya naik. Walaupun sudah dinasehati untuk tidak menggunakan motor kemanapun itu di malam hari, tetapi saya tetap pada pendirian untuk pergi saat itu juga. 

Benar saja,  belum sampai tempat yang akan dituju, saya membuat celaka orang lain. Alhamdulillah, hanya luka lecet saja yang harus dihadapi beliau. Akhirnya, agenda berantakan dan saya mendapat marah besar dari orang tua.

Mulai saat itu, semenjak SMA, saya selalu mencoba menuruti apa yang orang tua nasehati, begitu pula mendapat doa restu kemanapun saya pergi dan apapun yang saya akan lakukan. Untungnya, orang tua saya bukanlah tipe yang mengekang anaknya, sehingga saya sebenarnya lebih banyak memiliki kebebasan untuk melakukan kegiatan apapun. 

Walau terkadang jengkel apabila tidak dapat melakukan yang saya inginkan, tetapi tetap saya tidak mau melanggar apa yang mereka telah tetapkan. Masa-masa kuliah pun juga sama, rasa jengkel pasti ada. Namun, alhamdulillah prinsip "nanti kamu akan tahu hikmahnya" selalu menjadi obat saya untuk mengatasi jengkel tersebut.

Terakhir, ada kejadian yang pasti tidak akan dapat kulupakan dalam hidupku. Dimana beberapa minggu yang lalu, masuk email dari LPDP yang menyatakan bahwa saya harus menjalani wawancara beasiswa untuk S2 saya diluar negeri. Satu langkah lagi yang nantinya ketika lolos dari LPDP akan membuat saya mendapatkan visa pelajar (hanya sponsor yang kurang) untuk terbang ke Durham, UK. Namun disisi lain, saya sudah diterima di Garuda Indonesia dan juga telah menandatangani kontrak kerja.

Malam itu juga, ketika menerima email, saya langsung berdiskusi dengan orang tua. Keputusan pun sudah dibuat, Garuda Indonesia lah yang menjadi tempat bernaungku. Sempat ada rasa kecewa saat itu juga. Bagaimana tidak, impianku yang bermulai dari ingin ke luar negeri hingga melanjutkan sekolah ke luar negeri akan sirna begitu saja,

Tetapi tetap, saya yakin bahwa semua ini pasti ada hikmahnya. Mungkin orangtuaku lebih melihat bagaimana perjuangan anaknya bolak-balik Jakarta-Kediri/Semarang/Jogja berkali-kali untuk menembus Garuda Indonesia. 

Benar saja, doa restu orang tua ini akhirnya memberikan hikmah sekaligus rasa syukur yang besar kepada Allah SWT yang telah menciptakan beliau. 

Penjelasan selama beberapa hari lalu menyimpulkan sesuatu. Kata demi kata, kalimat demi kalimat, yang keluar dari para manager membuat senang sekaligus terharu dan juga membuatku berterima kasih sekali kepada orang tua.

Akhirnya dengan Garuda Indonesia lah, Insyaallah nantinya aku berkesempatan sekolah keluar negeri walau menunggu selama 5 tahun dan juga insyaallah dapat berkeliling dunia tiap tahunnya. 

Justru, dengan doa restu orang tua, saya bisa mendapatkan yang saya inginkan, serta hal lain yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Semoga selama hidup saya ini, doa restu orang tua selalu hadir. Serta kepada kawan-kawan yang membaca  ini, mintalah terus doa restu orang tua, dan yakinlah akan ada hikmah dikedepan harinya.
Read more...
Posted by Agny Gallus Pratama | 2 comments

Don't Judge Someone! Until U Know The Truth.

ilustrasi gambar Kopaja

Sebelum menuliskan sesuatu, saya mengucapkan terima kasih kepada "Seorang Kondektur Kopaja P16" yang telah membantu saya di kejadian kala itu. 

Sabtu, 29 Maret kemarin menjadi hari yang mungkin akan teringat sepanjang hidup. Bagaimana rasanya dihadang segrombolan preman di jalanan umum. Yap, jalanan umum, lebih tepatnya di depan Kantor Walikota Jakarta Barat. Namun, untungnya dengan izin Allah SWT, ada seorang kondektur yang membantu saya terbebas dari gerombolan tersebut.

Hari sabtu kemarin, rencananya saya ingin pulang kampung dengan menaiki kereta ekonomi menuju Magelang via Jogja. Namun, ketidaktahuan akan libur panjang (Sabtu, Minggu, Senin) membuat saya tidak bisa mendapatkan tiket baik itu ekonomi, bisnis, atau eksekutif. Sehingga, dari pada menganggur di rumah Pakde, saya memutuskan mencari kost-kost an untuk diklat di daerah GITC, Duri Kosambi. 

Ketika itu, hanya dengan mengandalkan saran dari Pakde, saya pergi ke Duri Kosambi dengan bertanya-tanya ke sopir angkot. Dari pinggiran kota, saya menuju Ciledug dengan Angkot C01, kemudian saran yang  saya terima mengatakan untuk naik Kopaja P16 menuju Muara Angke, terus naik angkot 2x lagi menuju GITC. Setelah naik Kopaja P16, saya tanya lagi ke pak kondektur bagaimana cara ke Duri Kosambi dan saya pun mendapatkan jawaban yang sama dari beliau. Saya juga meminta tolong beliau untuk mengingatkan nanti ketika sampai di Muara Angke. 

Setengah jam berlalu, bus turun lama di daerah yang saya tidak tahu untuk menurunkan banyak penumpang. Berhubung kondektur tidak bilang apa-apa, jadi saya anggap belum sampai di daerah Muara Angke, tetapi ternyata hampir semua penumpang turun di daerah tersebut. Sehingga setelah kopaja mulai jalan beberapa menit, saya pun menanyakan kembali daerah yang saya tuju,

Bukannya mendapat jawaban, justru saya dimarah-marahi, bahkan di tarik bajunya untuk segera turun, karena supir dan kondektur akan berganti orang. Setelah saya turun, saya pun melihat Gedung Walikota JakBar yang begitu megah dengan perasaan takjub untuk menutupi kesal saya pada kondektur tadi. Kemudian, saya melihat seberapa jauh jalan yang seharusnya saya berhenti. Tidak begitu jauh ternyata,

Tanpa pikir panjang, ditengah terik matahari, saya pun mulai berjalan. Baru beberapa menit berjalan, di depan saya melihat gerombolan mas-mas dan bapak-bapak sedang bermain kartu dan bergurau ria. Saya  pun tak punya perasaan apa-apa ketika itu, hingga mendekati tempat tongkrongan tersebut, terkejutlah saya ketika dihadang mas-mas tersebut.

"Heh, mau kemana loe?", kata seorang mas, dengan tatapan sangar ala pendekar, #haha.

Belum sempat menjawab, ternyata mereka memandang kearah lain di belakang saya. Langsunglah saya juga memandang kebelakang. Ternyata, tanpa diduga ada abang kondektur yang membentak saya tadi.

Entah mengapa, tanpa rasa curiga terhadap kondektur, saya justru mengatakan, 

"Ni mo kesana bareng Abang ni". 

#Seharusnya, pikiran normal menyatakan bahwa saya akan dihadang dari depan dan belakang, dengan asumsi kondektur tadi bersengkongkol. Sehingga saya seharusnya siap menggunakan jurus langkah seribu secepat kilat.

Belum sempat dibalas oleh gerombolan  ini, abang kondektur justru menambahkan dengan, 
"Awas, gue ni mo makan bareng disana /sambil nunjuk lokasi".

Kemudian, saya pun didorong kondektur untuk maju jalan lagi menerobos, gerombolan preman. Untungnya, preman-preman tersebut memberi jalan, tetapi meracau tidak jelas kepada saya dimana saya tidak tahu apa yang diracaukan. 

Dengan terus berjalan di samping abang kondektur, beberapa detik kemudian, si abang ini, mengatakan   pelan kepada saya, "Terus jalan, jangan lihat kebelakang". Hingga akhirnya saya sampai di daerah yang dituju, abang kondektur pun tidak menjelaskan mengenai siapa preman tersebut, hanya menjelaskan nanti cara menuju GITC nya (Walaupun pada akhirnya, saya menggunakan jasa ojek untuk sampai GITC). Tanpa pikir panjang, saya hanya bisa berterima kasih kepada abang kondektur yang baik hati ini. Hanya dengan kata "Ya, sama - sama" abang ini pergi entah kemana. 

Ternyata memang benar, kehidupan Jakarta yang agak keras mengubah watak seseorang menjadi keras. Tetapi, watak ternyata berbeda dengan hati, entah apa alasannya, yang jelas, pengalaman ini lah jawabanya.
Read more...
Posted by Agny Gallus Pratama | 7 comments

6 Bulan Menembus MT Garuda Indonesia



Man Jadda Wa Jada, Man Shabara Zafira


Akhirnya, 6 bulan berlalu. Perjalanan yang panjang untuk dapat bergabung dengan BUMN berskala Internasional ini. 2 Motto diatas harus diterapkan apabila teman-teman ingin memberikan kontribusi bagi bangsa ini dengan bring the best of Indonesia to the World by Garuda Indonesia

Semua berawal ketika di bulan September terdapat lowongan online mengenai MT. Ketika itu, GI merupakan salah satu perusahaan yang aku incar dalam opsi kedua setelah kuliah, yaitu mencari pekerjaan |bc : opsi pertama, kuliah lanjut|. Layaknya mencari kuliah, idealisme pun muncul ketika memilih pekerjaan untuk karir ku kedepan. BUMN ato Perusahaan MNC, Bukan Bank Ribawi, Bukan Perusahaan Luar yang mengeruk kekayaan alam Indonesia. Beberapa perusahaan pun menjadi pilihan, tetapi rata-rata aku sudah gagal di bagian Psikotes, entah mengapa. Setelah beberapa kali kegagalan, akhirnya Garuda Indonesia lah yang berhasil aku taklukan, hal ini tidak lebih karena izin Allah SWT serta mencoba menginstropeksi kesalahan yang pernah aku lakukan.

nb : Program MTGI merupakan program khusus dari Garuda Indonesia untuk pembentukan manager yang menduduki jabatan struktural. Nantinya, kita akan dididik selama 1 tahun . 

Terdapat 8 sesi tes yang aku jalani.

1. Tes Administrasi
    Tes standar untuk melihat dokumen dengan persyaratan yang diinginkan.

2. Tes Psikometri Online
    Fokus ke Matematika, Logika, Bahasa Inggris. Latihan dulu di situs-situs penyedia tes psikometri gratis.

3. Tes Asesmen Kompetensi
    Presentasi, FGD, dan Wawancara.

4. TOEIC
    Inggris lagi dah. Usahakan diatas 600 guys. TOEIC guys, bukan TOEFL, kalo TOEFL kira2 > 500

5. Wawancara User
    Presentasi bisnis.

6. Medex
    Cek Kesehatan, masih muda harus lulus cek ini. :D

7. Background Check
    Tes ini bersifat "rahasia", intinya tentang dirimu.

8. Pantuhir
    Presentasi dihadapan direksi langsung. Siapkan matang-matang untuk hal ini.

nb : Misal presentasi tentang apel (Tema ini hanya kiasan saja). Jangan cuma dari Wikipedia mengenai Apel! Baca mengenai apel di negara lain, apel di Indonesia, ketertarikan orang mengenai apel, apel di 2014, harga apel, pasar apel, penialaian expert tentang apel Indonesia dll. Karena akan dinilai direksi langsung, kalau hal umum mengenai apel, beliau pasti sudah expert, beliau mencari hal yang tidak banyak orang tahu.

Kedelapan sesi ini membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan. Persiapan yang matang akhirnya mampu meloloskanku menjadi MT. Bagi teman-teman yang siap untuk bertarung selama 6 bulan ini, persiapkan diri kalian baik-baik terutama di bahasa inggris, berbicara di depan umum, logika berpikir, dan wawasan mengenai Garuda Indonesia. 

Teman-teman jangan takut untuk menghabiskan waktu 6 bulan di Garuda Indonesia, karena Benefit yang didapat akan membuat kalian TERCENGANG :). Hal ini, karena Garuda Indonesia peduli sekali dengan karyawannya, apalagi MT. Bagi mereka, MT merupakan investasi yang bernilai, jadi anak-anak MT harus dipupuk sedemikian rupa agar ketika panen dapat memberikan yang terbaik bagi GI.

nb : 

Aku tak bisa menjelaskan secara detil mengenai setiap sesi tes, hal ini untuk memberikan tantangan dan fairness bagi teman-teman yang mau fight dan yang telah gagal dalam tes ini. 

Usahakan latih bahasa Inggris kalian terutama di speaking, karena hampir semua tes nantinya diutamakan menggunakan bahasa inggris. 

Prepare keuangan kalian, karena selalu bolak-balik ke Jakarta terus, bagi orang Jawa, mungkin enak bisa naik kereta ekonomi, tapi bagi yang luar pulau Jawa akan kesusahan. Think Out Of The Box aja deh untuk yang ini ma. :D

Jangan menganggap remeh semua sesi tes terutama ketika sesi akhir Pantuhir. Banyak orang menganggap bahwa kalo dah Medex itu 95% ketrima, atau kalo dah Pantuhir itu 98% keterima. Justru sesi Pantuhir ini yang menentukan karena dinilai Direksi langsung. Beliau tidak segan-segan MENCORET teman-teman yang tidak kompeten. Pengalamanku kemarin hampir 50% di cut-off. Bayangkan, bagaimana kecewannya apabila gagal di saat terakhir. 

Prepare for the best, Do the best, and You will get the best.

Let's Fly With Pride

One Team, One Spirit, One Goal

Read more...
Posted by Agny Gallus Pratama | 0 comments

Menunda dan Tertunda Cita-Cita



Menunda dan Tertunda?

Dua kata diatas berasal dari kata asal yang sama yaitu "tunda". Tunda menurut KBBI berarti "lain waktu". Namun, menunda dan tertunda mempunyai makna yang berbeda. 

Menunda berarti mengulur-ulur waktu baik itu sekali atau berulang kali. Menunda merupakan kegiatan yang buruk, karena akan berdampak pada hasil yang tidak maksimal. Begitupula dengan menunda cita-cita. Seberat apapun cobaan di depan, kita harus berusaha dan berdoa semaksimal mungkin.

Namun, bagaimana dengan tertunda. Tertunda adalah ditangguhkan karena sesuatu sebab. Tertunda disini bukan berarti kita tidak berusaha apa-apa lalu kemudian mengatakan "wah belum beruntung" atau "wah belum saatnya", tetapi karena Allah belum mengizinkan kita untuk mendapatkan hal tersebut. Penyebabnya ada banyak hal, karena kita belum pantas mendapatkannya, karena akan berdampak buruk pada kita, atau yang lain. Ditambah, Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. 

Begitupula dengan tertundanya cita-cita. Walau kita sudah berusaha mati-matian tetapi apabila Allah belum mengizinkan, pasti tidak akan terjadi. Maka, yang harus kita lakukan bukanlah kemudian berburuk sangka kepada Allah bahwa Dia tidak mendengar doa-doa dan usaha kita, tetapi mencoba untuk memantaskan diri kita.

Seperti yang aku dengar dalam kajian Al Hikam, diberikan perumpamaan seperti ini

Orang tua yang baik tidak akan membelikan Rujak di pagi hari dalam kondisi belum sarapan, walau anaknya menangis sekencang apapun. Hal ini dikarenakan, mereka tahu bahwa membelikan rujak pada kondisi seperti itu akan membawa penyakit bagi sang buah hati. Berbeda ketika di siang hari, sang anak meminta kembali kepada orangtuanya, tidak perlu sampai merengek-rengek, mereka akan membelikan rujak tersebut bahkan menawarkan lagi apa yang ingin si anak beli. 



Read more...
Posted by Agny Gallus Pratama | 1 comments

Sukses Terbesar Dalam Hidupku


Sukses merupakan sesuatu yang relatif, karena setiap orang mempunyai arti tersendiri mengenai kesuksesan. Begitu pula aku, yang mempunyai definisi tersendiri mengenai sukses. Bagiku, kesuksesan dilihat dari sudut pandang lingkungannya. Misalkan, aku pernah ikut di UPKFEB (Unit Pengembangan Komputer Fakultas Ekonomika dan Bisnis) di Undip, kesuksesan terbesar yang pernah aku raih yaitu ketika aku mampu memimpin kelompoku untuk membuat jaringan internet di FEB. Atau ketika aku ikut di ZIS (Zakat Infaq Shadaqah), kesuksesan terbesar bagiku yaitu mampu menggalang dana untuk Tabung Qurban.

Bagaimana dengan sukses dalam hidupku? Dulu aku berpikir bahwa kesukesan terbesarku yaitu apabila dapat menjadi “Triliuner”, dimana aku akan membangun sebuah wisma di Undip untuk anak-anak tidak mampu dari seluruh pelosok Indonesia, menyediakan beasiswa full untuk mereka (Sehingga mereka bisa fokus kuliah), memberikan ilmu rohani yang terbaik (Mendatangkan Ustadz-ustadz terbaik, mis : dari Gontor, pendeta-pendeta terbaik, dan juga para biksu), serta mampu menerbangkan mereka ke luar negeri di pertengahan tahun kuliah (Sebagai motivasi diri mereka), dsb. Namun, setelah aku berpikir ulang mengenai makna kesuksesan, barulah aku tersadar bahwa kesuksesan terbesar hidup ku bukanlah hal-hal tersebut diatas.

Kesuksesan terbesar merupakan suatu prestasi terbaik menurut penilaian kita dari prestasi-prestasi yang kita lakukan. Seperti yang sudah aku utarakan diatas bahwa sukses itu dilihat dari lingkunganya, maka penilaian prestasi dapat terjadi apabila kita sudah keluar atau selesai dari lingkungan. Aku bisa menilai kesuksesan terbesarku di UPKFE setelah aku selesai dari tugasku disana. Begitu pula dengan penilaianku di ZIS.

Sekarang, mengenai kehidupan ini, sukses hanya dapat dilihat apabila aku keluar dari kehidupan ini, atau dapat dikatakan ketika aku sudah meninggal. Aku sadar bahwa hidupku di dunia ini hanya sebuah persinggahan menuju dunia abadi kelak, akhirat. Hanya ada 2 pilihan yang menentukan kesuksesan ku hidup di dunia, surga atau neraka. Kesuksesan ini pun tidak bisa aku tentukan seperti ceritaku diatas, mengenai UPKFE dan ZIS. Hanya Allah SWT lah yang bisa menentukan.

Banyak sekali kisah mengenai orang-orang yang masuk surga karena hal sepele, begitupun masuk neraka. Hal ini membuatku sadar bahwa kelakuanku di dunia ini tidak bisa aku ukur sebagai kesuksesan atau tidak apabila ingin mengetahui “Sukses Terbesar dalam Hidup Ku”. Mungkin saja dengan aku nantinya menjadi Triliuner justru bisa membawa ku menuju jurang neraka. Karena ada uang haram yang terselip ketika kita mendermakannya, dosaku pun menjadi berlipat ganda.

Hal-hal yang tertulis diatas memberikan arti penting bagiku bahwa “Kesuksesan Terbesar dalam Hidup” tidak usah terlalu dipikirkan, lakukan saja hal-hal yang mampu membawa kebaikan bagi sesama. 

Walaupun begitu, aku tetap harus mempunyai cita-cita dan berharap agar kelak realisasi dari cita-citaku ini bisa membawa ku masuk Surga. Selain impian menjadi Triliuner, aku juga ingin menjadi Dosen Ekonomi Islam di Undip. Bagiku menjadi dosen bukanlah perkara yang mudah, pengalaman dan teori harus aku pahami betul hingga kemudian siap menyalurkan ilmuku kepada calon mahasisma ku nanti. Untuk itu, apa yang terdapat dalam tulisanku di “Peranku Bagi Indonesia”, merupakan langkah awalku.

Read more...
Posted by Agny Gallus Pratama | 1 comments

Peranku Bagi Indonesia



Hampir 21 tahun lebih aku hidup di Indonesia. Pangan, sandang, pendidikan, kesehatan, dsb. aku peroleh di Bumi Pertiwi ini, sehingga sudah sepatutnya aku mengabdi untuk bumi pertiwi ini. Pengabdian yang aku harus lakukan adalah pengabdian seumur hidup, yakni memberikan manfaat yang terbaik untuk bangsa apapun bentuknya selama aku masih hidup.

Namun, aku tentu mempunyai cita-cita berupa suatu pengabdian besar kelak untuk bangsa ini, pengabdian yang akan memberikan pengaruh besar bagi perubahan bangsa ini. Salah satu cita-cita ku ini adalah menghilangkan unsur ribawi dalam sistem keuangan Indonesia. Keinginanku untuk menghilangkan hal ini muncul ketika aku mulai membaca buku-buku sejarah perekonomian dan ekonomi islam, serta mengikuti kajian-kajian maupun lomba mengenai ekonomi islam.

Aku dan banyak orang tahu bahwa riba membawa keterpurukan ekonomi. Riba adalah penyebab utama adanya inflasi. Kita tahu bahwa utang Indonesia tidak akan hilang hingga akhir zaman, akibat dari bunga pinjaman yang tak kunjung habis. Walau Indonesia saat ini sudah bisa melunasi utangnya ke IMF (Lembaga yang memanfaatkan krisis Indonesia), tetapi kita masih mempunyai tanggungan kepada 13 lembaga keuangan internasional. Bayangkan saja, akibat dari “bunga/riba” utang kita tahun 2012 sebanyak 1900Triliun merangkak naik menjadi 2156Triliun pada Juni 2013. 256Triliun dalam 6 bulan, merupakan sesuatu yang gila. Anak cucu kita akan menanggung hutang ketika mereka lahir di Bumi Pertiwi ini. Riba juga dilarang oleh agama manapun di Dunia ini. Oleh karena itu, sebagai bangsa Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa yang dihuni oleh masyarakat yang beragama, sudah sepatutnya Riba dihapuskan dari Bumi Pertiwi ini.

Tahun-tahun belakangan ini, aku melihat bahwa masyarakat sepertinya sudah mulai sadar dan mengerti akan bahaya Riba. Bank-bank syariah yang mulai bermunculan merupakan salah satu pertanda akan hal ini. Bahkan Bank-Bank seperti Mayland, HSBC, dll, mulai membuat lembaga keuangan syariah. Namun sayang, masyarakat Indonesia masih awam mengenai perkara Riba yang sebenarnya, sehingga masyarakat hanya percaya ketika lembaga keuangan tersebut memasang nama “Syariah” setelah nama lembaga tersebut. Padahal banyak dari lembaga-lembaga ini masih mempraktekan riba, tetapi dengan nama yang berbeda.

Beberapa hal-hal tersebut, menguatkan diriku untuk membantu Indonesia bebas dari keterpurukan. Aku tahu bahwa penyebab keterpurukan Indonesia ada bermacam-macam, tetapi saya akan focus pada masalah keuangan di Indonesia.

Oleh karena itu semenjak semester 6, khususnya setelah Lomba Debat Ekonomi Islam, aku perbanyak diri ini untuk melahap bacaan mengenai ekonomi Islam. Kemudian, aku pun bermimpi dan berkeinginan untuk mengambil pendidikan formal Ekonomi Islam di luar negeri. Hal ini untuk menguatkan basis teoriku mengenai Ekonomi Islam.

Dosenku dulu pernah berkata bahwa mengambil ilmu sosial hendaklah dilihat juga kondisi lingkungan dimana kita akan mencari ilmu, karena ilmu sosial erat kaitanya dengan kebudayaan setempat. Hal ini juga berkaitan dengan Ilmu dan tempat dimana aku akan meneruskan studi ku. Aku tahu bahwa tempat terbaik untuk menimba ilmu ini adalah di Negara Arab, tetapi karena keterbatasan bahasa aku memutuskan untuk mencari tempat lain. Akhirnya, aku menemukan Inggris sebagai tempat yang cocok untukku. Inggris merupakan Negara sekuler dimana system perekonomianya kapitalis, tetapi beberapa tahun ini, Inggris fokus untuk mengembangkan Ekonomi Syariah sebagai basis perekonomian mereka. Banyaknya studi formal Ekonomi Syariah (Oxford dan Cambridge pun ada), merupakan salah satu faktor mengenai hal ini.

Hal ini, semakin membuat aku yakin bahwa keinginanku menimba ilmu Ekonomi Syariah akan sangat berguna bagi bangsaku kelak. Impianku mungkin bagi sebagian orang mustahil, tetapi dengan digabungkanya impianku dengan impian orang-orang yang sudah lebih dulu menginginkan ekonomi syariah diterapkan di Indonesia, aku yakin bahwa suatu saat impianku ini akan terwujud.

Aku sudah mempunyai beberapa rencana setelah aku lulus nanti, salah satunya adalah masuk kedalam Bank Indonesia, Divisi Syariah. Disitu aku akan mulai berkarir dan mewujudkan mimpiku yang sudah aku sebutkan sebelumnya.

Aku yakin mimpiku akan dikabulkan oleh-Nya, Amin.
Read more...
Posted by Agny Gallus Pratama | 1 comments

Mancing di Semarang dapat Hiu!


Hari Minggu kemarin sungguh sangat menyenangkan, setelah kembali dari Ibukota, aku bisa bertemu kembali dengan sobat-sobat ku. Sebenarnya aku ingin bertemu dengan mereka dari siang hari, namun cuaca menunda keinginanku ini. sehingga aku bertemu dengan mereka di sore hari. Pertama aku bertemu dengan si "Entrepreneur" , Rudi Kurniawan. Seperti biasa tidak yang berbeda dari tampilannya, selalu sederhana walau 'rumah'nya menunjukan kemegahan istana. Hanya 15 menit aku berada disana, karena aku dan Rudi harus menuju rumah sobatku satunya di daerah Ketileng. Arsanto Teguh Utomo atau sering dipanggil Teguh merupakan seorang ThinkTank bagi kami, karena dia seorang pemikir yang luar biasa, bahkan dia sendiri terkadang dibuat bingung atas pemikirannya. 

Sebenarnya ada 3 sobat ku seper-Liqo an, satu lagi yaitu Rahmat Putra Martua Siregar. Putra adalah anak medan yang pemberani. Dia selalu bertindak cepat walau terkadang resiko yang menghadapinya sangat besar. Namun, dia sudah berada di Ibukota untuk menjadi "Kuli Keuangan" di BUMN bidang kontraktor. Alhamdulillah, ketika aku berada di Jakarta, dia mengajaku mengelilingi bangunan yang sedang dalam proses pembangunan di daerah Puri, JakBar.

Setelah berada di rumah teguh selama beberapa menit, kami memutuskan untuk mancing di daerah Kaligawe, deket Stasiun Tawang. Sebelum menuju kesana, kami menjemput salah seorang angkatan atas bernama Mas Syam yang sering memancing di daerah tersebut. Aku mengira bahwa kita akan memancing di pemancingan umum, ternyata dugaan ku salah, kita memancing di dekat Pelabuhan Tanjung Mas. 

Kira-kira seperti ini pemandanganya

Dengan berbekal pancingan 4 buah buatan Mas Syam, kami pun langsung berangkat menuju tempat tujuan. Sebelumnya, aku dan Mas Syam mencari cacing terlebih dahulu. Tanpa diduga, ditengah-tengah gang Mas Syam meminta untuk berhenti, 1 menit kemudian langsung masuk ke got kecil, 2 menit setelah itu mulai mengobok-obok tanah di got tersebut, dan 3 menit setelah itu ia memasukan cacing-cacing tersebut ke dalam gelas Aqua bekas. 

Setelah sampai di tempat pemancingan, kami pun langsung semangat memancing ditemani para pemancing lain ditengah gerimis hujan. Karena gerimis hujuan, kami pun memancing dekan menggunakan jas hujan agar tidak kebasahan. 30 menit pertama masih sabar menanti, 1 jam kemudian, rasa sabar mulai terusik. Bagaimana tidak, hampir 5x lebih aku mengisi pancingan tetapi selalu tidak dapat ikannya. Ketika tangan ini mulai merasakan ada tarikan dan mengangkat pancingan, hanya kail yang ada di depan mata ku. Sungguh sangat menjengkelkan saat itu. Namun kejengkelanku sirna ketika Mas Syam dan Rudi berhasi mendapatkan ikan. Yap ikan kecil yang bahkan sekali lahap pun bisa. 

Hahahaha

Hanya tawa itu yang keluar dari mulut kita. Tawa yang jujur ditengah rintik hujan kala itu. Dikala memancing, kami menikmati alunan suara dari Stasiun Kereta Api Semarang Tawang yang begitu khas dan pula suara Kereta baik itu kereta penumpang atau barang. 

Akhirnya waktu menunjukan pukul 6 sore, saatnya kita untuk mengakhiri mancing-memancing hari itu. Keinginan kita untuk mendapatkan ikan akhirnya tercapai ketika kita sepakat untuk pergi ke Pasar Kobong Semarang.

Suasana Pasar Kobong

Di pasar kobong ini pun rencana kita juga akan memancing. Namun "Memancing Dengan Uang" lebih tepatnya. Rencana awal kita hanya akan membeli Kerang Hijau untuk satu panci kita makan bersama. Namun setelah melihat-lihat keadaan, kita tak menemukan satupun penjual kerang, sehingga kita memutuskan untuk mencari ikan lain. Kemudian, kita melihat seekor Hiu, ya Hiu Kecil. Ternyata ada penjual Hiu Kecil di Pasar Kobong ini, tetapi tidak banyak (hanya 8-10 ekor). Sebenarnya Hiu Hiu ini tidak sengaja terjaring ketika nelayan menangkap ikan. Karena diketahui setelah mendekati dermaga, maka hiu ini pun akhirnya sekalian dijual. 

Gambar hiu kecil (Hanya contoh, bukan yang kita beli)

Kita pun penasaran untuk bertanya mengenai hiu ini. Kita mengira bahwa hiu ini akan berharga mahal. Berita mengatakan kalau sirip hiu itu mahal, makanya kalu hiu utuh aku pikir pasti lebih mahal. Ternyata harga yang kita dapatkan adalah Rp 30.000 untuk 1 kg nya. Gila, ternyata diluar dugaanku sebelumnya. Akhirnya setelah ditimbang, hiu yang kita beli mempunyai berat 1,5kg. Seharusnya harganya adalah 45rb, tetapi setelah ditawar kita mendapat harga 35rb saja. Kemudian kita bawa pulang ke rumah Mas Syam untuk kita bakar bersama.

Setelah di"buka" ternyata daging hiu tidaklah banyak, kira-kira hanya 1/2 saja dari berat badannya. Namun, tekstur dagingnya sangatlah lembut, lebih lembut dari pada Ikan Tuna. Dengan berbagai macam bumbu, kita pun mulai mengolesi daging-daging hiu ini. Tak lupa diawal kita memberikan jeruk nipis agar bau amisnya hilang. 

30 menit berlalu, bakar membakar pun akhirnya selesai. Saatnya kita memakan hiu ini bersama sama. Dengan memanggil seorang kawan Mas Syam dan seorang satpam Kost Putri, kita pun takjub akan hasil bakar-membakar dan juga tekstur daging hiu yang sangat lembut dan gurih. 

Layaknya di pesantren, kita pun makan dalam nampan plastik yang besar, sehingga tangan-tangan kita mulai beradu untuk mendapatkan hiu yang enak ini. Hal seperti ini sungguh sangatlah menyenangkan.

Nampan Plastik #hehe

Akhirnya setelah 3 jam menghabiskan waktu untuk makan dan bercanda, kita pun pulang ke rumah masing-masing dengan perut yang berisi daging Hiu. 

Ini merupakan pengalaman pertamaku dalam menyantap Hiu, aku tidak tahu apakah Hiu ini ilegal dimakan apa tidak, tetapi sepertinya legal, karena Hiu ini tidak sengaja tertangkap, dan mati ketika masuk dermaga.
#Alibi 

Quote Malam Itu

Sebelum Hiu Memakan Manusia, Kita Makan Hiu Itu Dulu




Read more...
Posted by Agny Gallus Pratama | 0 comments

Diskusi Malam dengan Pensiunan Bulog



Kemarin Senin, 3 Januari 2013, merupakan hari yang menggembirakan bagiku. Telepon asal Semarang lah yang membuatku kegirangan bukan main. Usahaku di Pare selama beberapa bulan ternyata tidak sia-sia, informasi yang mengalir dari telepon itulah buktinya. 

Tanpa berfikir panjang, aku pun berencana pulang malam itu juga. Indomaret langsung kudatangi dan tiket pun kudapatkan. Progo jam 10 Malam arah Jogja adalah salah satu sarana yang akan mengantarku meraih mimpi ku selama ini. Ketika itu jam menunjukan angka 6.30 malam, aku pun langsung berpamitan dengan Pakde Bude dan keponakan tercinta, tidak lupa salamku untuk sepupu-sepupuku. 

Bianglala 44 Ciledug - Senen


Bianglala 44 Ciledug-Senen langsung datang beberapa menit setelah menunggu di jalan. Perjalanan pun aku lalui dengan semangat melihat kehidupan malam Jakarta yang penuh dengan kemacetan, suara klakson, dan suara kondektur yang memekakan telinga Night Rider. Seperti angkutan umum biasanya, ketika penumpang hanya sedikit, penumpangpun akan dioper ke bus sebelumnya yang "katanya" agak penuh. Ada 3 orang yang diturunkan di tempat ketika itu. Kita bertiga untungnya sama-sama mau ke Terminal Senen. Alhamdulillah, salah seorang dari kami, merupakan orang Jakarta dan dia mengajak kami untuk sama-sama ke Terminal Senen dengan menaiki Angkot Malam Ciledug Senen.Akhirnya sampai juga diriku di Terminal Senen. 5 menit setelah itu, dengan hanya menyebrang jalan, aku pun sampai di Stasiun Kereta Senen. Waktu menunjukan pukul 9 malam, 1 jam kuhabiskan untuk istirahat menunggu kereta Progo siap. 

Salah satu suasana Stasiun Senen ketika Siang


"Para penumpang Kereta Progo Jurusan Pasar Senen - Lempuyangan, silahkan mempersiapkan diri untuk memasuki rangkaian gerbong kereta. Susunan kereta ini adalah ........". Setelah terdengar informasi tersebut, 10 menit kemudian, aku pun sudah berada di tempat duduk sesuai tiket yang kumiliki.

Disebelah ku ada seorang bapak berpakaian santai yang mempunyai destinasi sama denganku. Seperti biasa, aku pun langsung menanyakan tempat tinggal (baca : "Aslinya mana pak?" ). Pernyataan ini mengawali perbincangan kami selama 3 jam di malam hari. 

Perbincangan pun dimulai ....
nb : Kata-kata yang disampaikan tidak mirip dengan aslinya, hanya maksudnya sama

Lambang Bulog

Ketika Bapak ini mengenalkan diri bahwa dirinya seorang pensiunan dari BUMN Bulog, saya pun langsung menanyakan mengenai masalah "Kecolongan Impor Beras" dan "Mundurnya Mendagri Gita W". Selama 1-2 menit aku pun langsung BaBiBu melontarkan isi kepala yang penuh dengan berita-berita koran. Beliau pun hanya tersenyum dan langsung menyatakan hal ini, 

"Wah-wah mas e, pasti hanya melihat berita dari media-media, masnya tau ga, kalo Indonesia ini ga bisa mas kalo ga impor, kebutuhan nasional sama produksi nasional ga imbang, mau makan dari mana kalo ga impor", dengan wajah mengintimidasi. #hehe

"Masa si Pak, memang si pak, saya baca, produksi kita dari tahun 2009, malah terus menurun, tapi bukanya kita dah ga akan impor lagi ya, la itu Pak Dahlan aja sampai mau gantung Dirut Bulog" 

"La itu mas nya tau kalo produksi beras turun. La kalo ga impor ya ga logis to mas, gimana to mas nya ini." Intimidasi masih terasa. "Kesalahan zaman dulu mas ingin mem-Berasisasi Indonesia, jadi sekarang semua rakyat inginya makan beras. Harusnya kita diversifikasi pangan, Padi di Indonesia ini cuma bisa ditanam di beberapa tempat aja mas, Jawa, sama sebagian Sumatra dan Sulawesi saja. Kalimantan itu ga bagus untuk menanam padi mas, walau lahanya luas. Padahal kita harus mensuplai keseluruh Indonesia." Menghela nafas, " Bisnis properti yang marak itu penyebab juga mas, akhirnya lahan untuk menanam semakin menipis . Coba di Jakarta ini, ga ada lahan sama sekali untuk menanam mas, habis untuk Jalan Tol sama Perumahan."

"Oh iya ya pak, maaf pak saya ga begitu tahu masalah ini, hehe" 

"Masnya dari Magelang kan? Tau ga suplai beras Magelang tu dari mana?

"Wah bukanya Magelang itu banyak lahan ya pak, masa masih belum tercukupi?"

"Magelang, atau secara keseluruhan Jawa Tengah itu suplainya dari Jawa Timur mas. Kalo Jawa Tengah aja ga nyukup mas. Kasus impor kemarin itu mas itu cuma dipolitisasi aja mas. Masnya tau kalo Bulog itu sekarang cuma dapet bagian 10% impor. Ada perusahaan-perusahaan lain yang mendapat mandat impor dari pemerintah, nah mereka ini kadang yang "bermain" dengan pemerintah."

"Pak, kalau Bulog sekarang peranya apa aja pak?"

"Berbeda zaman Pak Harto dengan sekarang. Kalo zaman Pak Harto, bulog itu pengendali penuh mengenai logistik ini, jadi hubungan perdagangan itu G2G (baca : G2G). Ga seperti sekarang, Bulog hanya sebagai "operator pembeli" beras, total, kapasitas, dll itu diurus sama Kemendag, Kementan, sama Kemenkeu. Jadi Bulog itu sekarang fungsinya cm kecil. "

"Oh gitu pak, saya kira perannya sama kaya dulu. Wah kasian juga ya pak kalo ada masalah impor beras, orang awam akan menyalahkan Bulog."

Setelah obrolan mengenai impor beras, kami membahas mengenai hal lain mengenai Presiden, Demokrasi, Konflik di Indonesia dll. Bapak pensiunan bulog ini sudah menjelajahi Indonesia selama bekerja di Bulog. 

Tiba-tiba waktu menunjukan pukul 2 pagi, karena sudah tidak ada topik lagi, saya pun memutuskan untuk tidur terlebih dahulu. Sebenarnya setelah bangun pukul 4.30, kami pun masih melanjutkan obrolan hingga kereta sampai di stasiun Lempuyangan. 

Perjalanan hari itu sungguh mengasyikan bagaimana pandangan anak muda dan orang tua berkolaborasi untuk Indonesia yang lebih baik.



Read more...
Posted by Agny Gallus Pratama | 7 comments

Perjalanan Ke Kwitang (Toko-toko Buku di Senen, JakPus) #TapiSudahpindah.

Suasana kawasan buku di Lantai 4 Pasar Senen

Hari Minggu kemarin, seperti hari-hari sebelumnya selama di Jakarta menanti Tes Akhir Garuda Indonesia, saya kembali jalan-jalan untuk melihat kondisi Ibukota. Namun perjalanan kali ini oun agak berbeda, saya berencana untuk membawa oleh-oleh pulang Semarang, sekaligus bekal (untuk otak) 2 minggu kedepan.

Setelah saya Googling, ternyata saya menemukan bahwa terdapat kawasan buku-buku murah di daerah Kwitang, Senen, JakPus. Tanpa perlu berlama-lama lagi, saya memutuskan untuk pergi kesana segera. Rumah Pakde saya berada di Ciledug, Tangerang, Banten. Sehingga untuk mencapai Senen, saya memutuskan untuk naik Bianglala 44 Jurusan Ciledug Senen. Walaupun bus ini terlihat jelek dari luar, tetapi ternyata bus ini Ber-AC dan lumayan bersih dan nyaman untuk ukuran ekonomi. Selama 1 jam lebih perjalanan, seperti umumnya, ada pengamen, orang jualan, hingga baca puisi dan cerita #Unik. Nah ketika perjalanan, saya mencoba Googling kembali mengenai posisi Kwitang. Setelah saya baca-baca kembali, ternyata Kawasan Buku di Kwitang telah digusur dan dipindah ke Pasar Senen Lantai 4 serta Blok M lantai dasar. Untungnya, kawasan yang di Pasar Senen mempunyai koleksi buku lebih lengkap.

Setelah sampai di Terminal Bus Senen, saya langsung menjumpai toko buku di arah Barat yang berbentuk ruko-ruko. Ternyata, beberapa toko buku yang berada di Lantai 4 Senen pindah sebagian ke sini. Seperti ini gambaranya.


Suasana kawasan buku di Terminal Senen

Tanpa basa-basi, langsung saya mencari buku pesanan Sang Kekasih #CalonEkonomMuda, yang berjudul Teori Pertumbuhan Ekonomi, karangan bapak Wapres Boediono. Tawar-menawar pun terjadi, karena buku ini buku lama, jadi harga yang saya dapatkan adalah 20rb. Setelah itu, saya menanyakan mengenai kawasan buku di Pasar Senen.

Berhubung ini Soca (baca : Mata) sekelibat menatap buku Roman kedua Tetralogi dari Pramoedya Ananta Toer, Anak Semua Bangsa, badan saya tiba-tiba hadap kiri seketika, mengambil buku tersebut dan menannyakan harganya. Sungguh sangat disayangkan, ketika Si Abang ini menyatakan harga 60rb dan saya bilang 30rb, Si Abang langsung mengiyakan. Hal ini menunjukan bahwa harga buku ini bisa lebih murah dari apa yang ditawarkan. 

Menuju Pasar Senen, saya sempat bertanya sebanyak 3x mengenai keberadaan kawasan buku-buku tersebut, 2x saya mendapat jawaban "Masih disana Mas" dan terakhir mendapatkan jawaban "Masnya lihat parkiran mobil-mobil di atas situ? Nah disitu tempatnya mas". Akhirnya sampai juga di kawasan buku-buku ini.

Menurutku Kawasan Buku "Senen" lebih kecil dari pada Kawasan Buku "Shopping" Jogja tapi lebih besar dari Kawasan Buku "Stadion" atau "Johar" di Semarang. Perburuan buku pun berlangsung. Hal yang paling menyenangkan disini adalah kita dimanja oleh penjual buku. Dengan memberikan bangku, menawarkan buku-buku Recommended dan mencarikan buku yang kita minta #GaDibeliGaPa2, saya merasa nyaman mengitari kawasan ini. Selama 2 jam lebih akhirnya saya membeli 3 buku, namun telah membaca puluhan buku terlebih dahulu. Akhirnya pilihan pun jatuh kepada buku buku ; The Cuckoo's Calling, MADILOG, dan PR ala Rasulullah. 

Akhirnya selesai juga mendapatkan buku-buku yang bekal ini, namun sayang, tidak ada tempat menyampul buku-buku ini, sehingga saya harus menyampulnya sendiri. 

Perjalanan pun berakhir dan saya memutuskan untuk kembali ke Ciledug lagi dengan Bus yang sama, tetapi rute yang berbeda.


nb : Gambar Buku2 yang saya dapatkan 


Read more...
Posted by Agny Gallus Pratama | 1 comments

“Salt”, Inspirasi Bagi Revolusi


Apakah Anda pernah melihat film Salt (2010) yang diperankan oleh Jolie? Kalau sudah, apa yang Anda pikirkan?

Salt merupakan film bertemakan konspirasi dalam menghancurkan Amerika, seperti White House Down atau Olyimpus has Fallen yang baru-baru ini ditayangakan di Bioskop. Walaupun, ending dalam film ini sama seperti yang lain, yaitu Amerika tidak dapat dijatuhkan, Salt mempunyai alur cerita yang lebih baik dan lebih memukau dibanding yang lain.

Salah satu bagian yang memukau saya adalah mengenai persiapan Mantan Agen Intelejen Rusia (Eks KGB), Oleg Vasilyevich Orlov, yang mempunyai dendam terhadap Amerika, dalam menghancurkan Amerika. Diawali dengan merekrut anak-anak yang sengaja dibuat yatim piatu ( anak-anak ini diambil secara paksa dari orangtua orangtua yang mempunyai otak cemerlang), kemudian mereka di ajarkan bahasa Inggris terlebih dahulu. Apabila diajarkan bahasa rusia terlebih dahulu, aksen rusia akan terasa ketika mereka mempelajari bahasa inggris. Setelah itu, didoktrin sedemikian rupa sehingga sangat patuh dengan pemimpin disana, tidak lupa juga diajarkan bagaimana cara berperang, intelejen, dll. Hal yang paling penting dalam pendoktrinan tersebut adalah pemberian misi di masa depan. Maksudnya seperti apa? Mereka dari awal sudah didoktrin untuk men”jabat” beberapa peran yang penting untuk menaklukan Amerika kelak. Seperti peran utama dalam film ini, Evelyn Salt, dia mempunyai tugas untuk menjadi agen CIA (dengan jabatan penting). Di dalam film, nanti akan ditemukan teman-teman Salt ketika kecil yang telah menjadi bagian dalam NATO hingga ketua CIA sendiri (Salt tidak menyadari sebelumnya).

Walaupun dibutuhkan waktu hingga 30 tahun untuk menjalankan misi ini, namun satu hal yang mengagumkan adalah bagaimana mereka masih bisa menanamkan idealisme hingga dewasa, bahkan hingga dapat mewujudkannya..

Kejadian ini merupakan bagian yang saya suka dalam film Salt, karena dengan ini terciptalah suatu ide, khususnya mengenai PERUBAHAN.

Saat ini kita bisa mengetahui bahwa oknum-oknum “bengis” Pemerintah dan DPR, DPRD, dan kawan-kawannya sudah mulai “tuli”. Kenapa? Karena omongan rakyatnya sudah tidak didengar lagi. Jeritan rakyat seperti angin lalu bagi mereka, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Mahasiswa sebagai aspirator masyarakat pun juga dianggap seperti anjing menggonggong. Melihat kenyataan ini, seharusnya kita sadar bahwa cara lain perlu ditempuh untuk membuat mereka mendengar kembali. Namun, anehnya mahasiswa masih saja melakukan demo-demo yang terkadang di “tumpangi” orang-orang tertentu bahkan kerap kali meresahkan masyarakat karena melakukan demo anarkis. Membakar gedung, merusak pagar, dsb. merupakan tindakan bodoh yang seharusnya tidak dilakukan ketika berdemo. Mengapa? Karena perusakan itu membutuhkan perbaikan kembali yang mana uang yang digunakan adalah uang rakyat (APBN). Kesimpulannya, kerugian terbesar ada di pihak pendemo, karena pertama tidak didengarkan, kemudian harus membayar kerugian yang telah dilakukan (baca : pajak).

Bagaimana kalau kita mencoba menggunakan cara yang digunakan Oleg Vasilyevich Orlov. Mendoktrin mahasiswa-mahasiswa dalam satu kelompok kemudian diberikan misi untuk menjadi “pejabat” pada suatu saat nanti. Nanti ketika waktunya tiba “menjabat”, akan mudah bagi mereka untuk menjalankan suatu program karena mereka semua Satu Visi dan Satu Misi. Atau mungkin benar-benar menjiplak cara Orlov dengan menggunakan anak-anak Indonesia yang cerdas-cerdas di didik dari kecil, di brainwash, bahkan dibuat menjadi ULTRANASIONALIS. Aku yakin mereka akan membuat Indonesia menjadi negara Superpower. Memang membutuhkan waktu yang lama untuk mewujudkan hal ini, tapi hasil yang didapatkan akan memberikan perubahan.



------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Indonesia merupakan negara yang kaya akan SDA nya dan SDM nya, sehingga, Indonesia dapat menjadi negara ADIDAYA mengalahkan Amerika, Rusia, dan para sekutunya. Namun sayang, entah mengapa, negara ini selalu dijadikan “Sapi Perah” oleh negara lain. Hal ini dikarenakan “Bedebah-Bedebah” negara yang mementingkan dirinya sendiri. Sudah saatnya mereka kita usir layaknya Yahudi yang diusir dari seluruh Eropa karena menjadi penyakit bagi negara-negara Eropa.

Indonesia merupakan negara yang beruntung karena tidak pernah mengalami masa-masa yang sangat kelam seperti Jepang ( di Bom Atom ), Jerman dan negara-negara eropa lain ( 2 Kali perang Dunia), Vietnam (Perang Saudara), China (Pembantaian), Kamboja (Pembantaian), bahkan Korea Selatan (Perang Saudara) yang mana mereka hampir hancur sebagai suatu negara. Seharusnya kita bisa menjadi negara yang melebihi negara-negara tersebut, namun apa daya, negara Indonesia tercinta ini justru kalah dibanding mereka.

Apa yang salah dari negara kita ? Apakah kita perlu Dihancurkan dan Dibangun kembali? Bukan kah kita sudah Reformasi?  

Ternyata Reformasi belum membawa hasil yang signifikan, orang-orang yang dulu menjadi “PEMIMPIN” demonstrasi, ternyata ketika menjabat DPR tak membawa pengaruh apa-apa. Hal ini dikarenakan mereka terbawa lingkungan yang penuh tipu daya.




Read more...
Posted by Agny Gallus Pratama | 0 comments

Pare Kediri, Salah Satu Kebangaan Indonesia



Pare , merupakan sebuah nama tempat di Kabupaten Kediri dimana terkenal dengan KAMPUNG INGGRIS nya. Terdapat berbagai tempat pembelajaran bahasa inggris yang tentunya setiap tempat mempunyai spesialisasi sendiri-sendiri, seperti Elfast (Spesialisasi Grammar, TOEFL, dan IELTS) , Dafodils (Speaking "Mahal tapi Menjanjikan"), Peace (Speaking "Murah dan Fun"), Marvelous (Native for American Accent), Global English, KRESNA, dll. 

Kelebihan  Belajar Bahasa Inggris di Pare dibanding dengan tempat lainya adalah

1. Tempatnya di Pedesaan


Suasana pedesaan yang sejuk, nyaman dan sunyi merupakan tempat idaman bagi "Pencari Ilmu". Walau begitu, terdapat banyak tempat seperti distro, cafe, minimarket, junkfood, icecream dll, karena pada dasarnya disini tempat berkumpul anak muda "Sang Pencari Ilmu". Selain itu, karena tempatnya berada di pedesaan, dapat dipastikan bahwa makanannya murah sekali. Bayangkan, dengan sistem prasmanan, Sepiring Nasi Hangat, Dua Macam Sayur, Dua Gorengan dan Air Putih hanya Rp 3500. 

2.  Kondusifitas

Penggunaan bahasa inggris di sini hampir 80% khususnya untuk yang Dormitory atau Camp (Jangan sia-siakan menginap di Pare hanya pada Kost-kostan biasa) karena kita mau tidak mau akan dipaksa menggunakan bahasa inggris dalam percakapan sehari-hari. Baik itu hanya "Hey Mr atau What do you do ? atau semacamnya, tetapi ini sangat membantu sekali. Bahkan kalau ketahuan oleh sang "Penjaga Camp", akan diberikan suatu hukuman seperti Push Up . Jangan membayangkan kengeriannya, karena pemuda-pemuda disini menjalaninya dengan suka cita. Selain itu, dengan sistem 1 kamar diisi dengan 4 orang, Sharing Informasi, Pengetahuan, dan Cita-Cita menjadi lebih sering.

Selain itu, keunggulan dengan ikut camp adalah terdapat program di setiap malamnya (Contoh Elfast Camp : Senin-Rabu, Jumat dan Minggu : Pronouncation, Grammar, dll. Kamis : Yasinan, Sabtu : Talk to Native (Ngobrol sama Bule)). Dijamin setiap malam akan lebih produktif dari pada sekedar nongkrong di cafe atau tempat lain.

3. Produktivitas

Rata-rata di kampung inggris ini, setiap program hanya berjangka 2 minggu, dalam satu minggu terdapat 6 hari aktif dan dalam 1 hari terdapat 3x pertemuan (Khusus TOEFL, IELTS, dan GramPronWritt), tetapi untuk Speaking biasanya hanya 1x pertemuan dalam 1 hari. Setiap hari sabtu, selalu terdapat Simulasi (TOEFL dan IELTS) untuk melihat perkembangan skor kita. 

Selain itu, biaya setiap program di pare tidaklah mahal, hanya berkisar Rp 150.000.

Bayangkan apabila kita mengambil 2 program saja (TOEFL/IELTS dan Speaking) dalam 1 hari kita akan menghadapi 4 pertemuan plus 1 pertemuan di Camp, sehingga total menjadi 5 pertemuan, dimana biasanya pembagian waktu adalah 

IELTS
07.00 - 08.30 : Reading
08.30 - 10.00 : Writting

11.30 - 13.30 : Speaking
14.30 - 16.00 : Study Club

18.30 - 20.00/20.30 : Study in Camp

Sungguh produktif waktu kita.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mengapa aku mengatakan Pare menjadi salah satu kebanggan Indonesia? Karena disini tempat dimana "Para Pencari Ilmu" yang mempunyai "Cita-Cita untuk Menjelajah Dunia" layaknya nenek moyang kita dulu, dibantu dalam penguasaan bahasa inggris.

Rata-rata anak muda yang belajar di Pare adalah Putra Bangsa yang siap membawa dan membanggakan INDONESIA di Pentas Dunia, tetapi mereka hanya mempunyai keterbatasan dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, dengan biaya yang murah, pengajar yang profesional dan tempat yang nyaman, Pare merupakan Pijakan awal bagi para Pemuda Bangsa untuk melihat dunia lebih jauh.

Sungguh dari orang-orang yang aku temui, jarang aku mendengar dimana setiap aku bertanya "Kenapa kamu ke Pare?" hanya menjawab dengan "Main/Mengisi Waktu/dll." , ereka selalu menjawab dengan "Aku Ingin Belajar atau Bekerja ke Eropa, Amerika, Jepang, Australia, dll." Banyak tempat lagi yang tidak bisa aku sebutkan satu per satu. 


"Benarlah bahwa Semangat Nenek Moyang Nusantara mengalir hingga saat ini ke para Pemuda Bangsa. Walau tujuan berbeda, namun para pemuda ini tak gentar dalam melintasi Samudera bahkan Benua untuk memperlihatkan betapa hebatnya Nusantara kepada seluruh orang di Penjuru Dunia"



Read more...
Posted by Agny Gallus Pratama | 0 comments

Satu dari Keajaiban Dunia ..... "Belanda"



Pada tahun 2012 ini Negeri Belanda dinobatkan sebagai negara terbaik kedua dalam kategori  “Best Place for Business” menurut survei yang dilakukan oleh Bloomberg. Pada tahun lalu juga Belanda berhasil menyandang beberapa gelar bergengsi  yaitu urutan ke-10 pada The Most Competitive Country dan The World’s Best Country serta urutan ke-8 pada  The Most Innovative Country.

Wow?

Mengapa??

 Merupakan hal yang aneh bagi saya, dikarenakan Belanda dalam tahun 2011 kuartal ke 4 saja, Belanda mengalami resesi hingga 0,7 % (Media Indonesia, 2012). Bagaimana bisa suatu Negara dalam keadaan resesi mampu mendapat gelar yang telah disebutkan diatas. Hal tersebut membuat saya tertarik untuk melihat lebih detail mengenai Negeri berjuluk Kinci Angin ini.

            Belanda atau yang mempunyai arti harfiah “ Kerajaan Tanah-Tanah Rendah “ merupakan negara eropa bagian barat yang sebagian besar datarannya berada dibawah permukaan laut.  Sehingga dapat dikatakan bahwa negara ini harus berjuang keras agar wilayahnya tidak terendam air, ditengah meningginya permukaan air di dunia akibat pengaruh Global Warming. Dibutuhkan teknologi yang tinggi dalam pembuatan dam-dam untuk menahan permukaan air, sehingga dapat dihubungkan dengan pembiayaan yang tinggi dengan ditopang dari segi perekonomian.

           Didasarkan pada penghargaan Best Place for Business, terdapat  beberapa faktor yang menunjang, satu diantaranya ialah  pelabuhan.  Mengapa? Belanda mempunyai 5 pelabuhan besar (Internasional) . Pelabuhan besar ini mempunyai implikasi besar dalam sektor perekonomian belanda. 
Sekedar Intermezzo saja, saya heran mengapa bisa Belanda mempunyai lima pelabuhan besar (Internasional) ditengah kontur permukaan Belanda yang aneh.

Kincir Angin di Belanda

             Satu dari lima pelabuhan yang terkenal ini ialah Pelabuhan Rotterdam. Pelabuhan Rotterdam sempat menjadi pelabuhan terbesar di dunia hingga 2004 yang kemudian diambil oleh Cina. Informasi mengenai Rotterdam menyebutkan bahwa tempat ini menampung kurang lebih 60.000 tenaga kerja, hal itu juga ditambah dengan perusahaan terkait jumlahnya sekitar 250.000 orang. Dapat dibayangkan untuk lima pelabuhan saja akan menghasilkan tenaga kerja kurang lebih 1,5 juta orang. Dan sekedar info saja bahwa total bongkar muat di Pelabuhan Rotterdam saja 378,2 milyun ton di tahun 2006. Wow, Bagaimana kalau lima pelabuhan? 

Pelabuhan Rotterdam di malam hari.


             Di Pelabuhan Rotterdam ini juga terdapat Maasvlakte (Dataran Maas). Apa itu Maasvlakte? Maasvlakte adalah kawasan industri yang dibangun diatas Laut Utara. Dataran ini merupakan bagian dari Pelabuhan Rotterdam. Kawasan ini mempunyai panjang sekitar 40 kilometer. Huft, dapat dibayangkan bagaimana sibuknya perdagangan hingga membutuhkan daerah seluas itu. Apakah itu membuat pemerintah Belanda puas? Tidak. Ternyata, tahun 2008 lalu Belanda juga melakukan pembangunan Maasvlakte 2. Dengan adanya pembangunan tahap dua ini membuat pelabuhan 20% lebih luas dengan tingkat bongkar muat 300% lebih. Amazing! Sekarang saya dapat percaya apabila Belanda mendapat kategori seperti diatas

               Pelabuhan besar tidak hanya berkutat pada perdagangan, tetapi juga pada sektor pariwisata, maksudnya ialah Wisata Cruise (Kapal Mewah). Bagaimana tidak, potensi wisata ini sangat menggiurkan,  turis dari kalangan High-End ini dipastikan akan menghamburkan uangnya dalam jumlah yang sangat besar. Pelabuhan Rotterdam dapat dikatakan membawa penghidupan bagi kota Rotterdam, dengan sering berkunjungnya kapal Queen Mary II Pada tahun lalu saja ada 252 kapal dengan 64 operator dan penumpang tidak kurang dari 18 juta orang (Bisnis Indonesia, 2012 ). Selain itu pula, Secondary Amazing! Hebatnya Belanda mengambil potensi wisata ini.

Referensi :
1.  http://luar-negeri.kompasiana.com/2011/02/16/pelabuhan-rotterdam-pelabuhan-dunia/
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Netherlands
3. http://www.nesoindonesia.or.id/indonesian-students/kompetiblog-2012/resources/ekonomi/belanda-negara-terbaik-kedua-di-dunia-sebagai-best-place-for-business/
4. http://www.bisnis.com/articles/indonesia-tertinggal-kembangkan-wisata-cruise
5. http://www.mediaindonesia.com/read/2012/02/16/298980/4/2/Giliran-Italia-dan-Belanda-Dihajar-Resesi
Read more...